Minggu, 04 Oktober 2015

Konglomerasi Media



  Konglomerasi media berarti penggabungan-penggabungan perusahaan media agar menjadi lebih besar dan membawahi media lainnya. Kepemilikan media saat ini banyak dimiliki oleh perseorangan. Sebelum membahas mengenai Tema kali ini, saya ingin memaparkan sedikit penjelasan mengenai seseorang yang sangat berpengaruh di dunia media, Rupert Murdoch.
  Rupert Murdoch, pria yang lahir di australia pada 11 maret 1931 ini biasa disebut orang paling berpengaruh di dunia karena ia pemilik News Corporation yang memiliki jaringan ratusan media cetak, radio dan televisi di seluruh dunia. dan yang paling menonjol adalah pada media televisi. karena hal-hal itu pula Rupert Murdoch biasa disebut rajamedia oleh semua orang di dunia. ia berhasil membangun kerajaan surat kabar di Australia, Inggris, hingga Amerika Serikat kemudian merambat ke televisi, film, internet, dan yang paling baru ke pasar berita keuangan.
  Murdoch memang the most powerful person in the world today. dengan kerajaan media yang dimilikinya diseluruh dunia, mulai televisi, tv kabel, tv satelit, media cetak, radio dan sekarang ini media online. dia menjadi penentu bagi siapa yang akan menjadi Perdana Mentri Australia, Perdana Mentri Inggris maupun walikota New York. bahkan secara tidak langsung lewat Fox TV ikut menentukan Presiden AS. 
  Itulah Rupert Murdoch, seorang pebisnis visioner yang memulai usahanya dengan mengelola sebuah koran lokal di Adelaide News di Adelaide Australia 40 tahun lalu sewaktu dia masih berusia 18 tahun. Kerja keras, tak mengenal belas kasihan, berani mengambil keputusan dan menghalalkan segala cara adalah kunci suksesnya. Ketika menjadi mahasiswa di Oxford, dia dipanggil oleh teman-temannya "Red Ruppert" karena pemikiran-pemikirannya yang sangat radikal - dengan tujuan menghalalkan segala cara. Sebuah julukan yang pas, tatkala melihat gurita bisnis medianya sekarang ini.
  Seperti yang telah dijelaskan, konglomerasi media yaitu penggabungan-penggabungan perusahaan  media agar menjadi lebih besar dan membawahi media lain. Banyak contoh kasus konglomerasi media. Contohnya di media televisi di Indonesia, berikut beberapa contoh perusahaan media yang melakukan konglomerasi media.

  • Trans Tv dan Trans 7 yang berada dibawah naungan Trans Corp dan dimiliki oleh Chairul Tanjung.
  • Global TV, RCTI, TPI yang sekarang berubah menjadi MNC TV yang berada di bawah naungan MNC Group dan dimiliki oleh Harry Tanoesoedibyo.
  • Tv One dan ANTV yang berada dibawah bendera Bakrie Group.
  •  Metro Tv yang dimiliki oleh surya paloh.

 Dengan contoh tersebut, kita bisa tahu bahwa media dikuasai oleh perseorangan, sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa pemberitaan media massa akan diarahkan sesuai keuntungan yang akan didapatkan oleh pemilik media.
  Kaitan dari mengenai Rupert Murdoch dan konglomerasi media di Indonesia, tentu kita bisa melihat bahwa media di Indonesia pun tidak bisa terlepas dari sifat sosok Rupert Murdoch, sang raja media. Salah satu contohnya yaitu ia dapat mengendalikan media. Ia bisa mengatur berita apa yang layak ditampilkan agar menguntungkan baginya dan berita apa yang tidak layak ditampilkan karena menciptakan kerugian baginya.
  Sebetulnya hal tersebut tidaklah baik untuk dunia media di Indonesia, karena akan banyak masyarakat yang bingung memilah berita yang terpercaya atau hanya sekedar untuk kepentingan pribadi pemilik media.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar